Kerja Otak dan Gangguan Belajar pada Anak

BrainHierarchy

Apakah Anda mengetahui bahwa otak seorang bayi terdiri dari sel-sel otak yang akan dibutuhkan untuk proses belajar sepanjang masa kehidupannya? Ukuran otak bayi yang baru lahir adalah  sepertiga otak manusia dewasa, tetapi otak pada bayi memiliki semua fungsi yang berkaitan dengan perkembangan kemampuan berbicara, berbahasa, keseimbangan, koordinasi, fungsi eksekutif, serta pengolahan stimulus sensoris. Pertumbuhan dan perkembangan struktur dan fungsi otak sangat menakjubkan. Ketika seorang bayi lahir, gerakan lengan dan kaki lebih menyerupai gerakan ubur-ubur daripada gerakan manusia dewasa. Akan tetapi, sebenarnya otak berkembang dengan sangat menakjubkan, karena otak dibutuhkan untuk menguasai fungsi belajar yang lebih kompleks ketika anak memasuki usia sekolah. Perkembangan otak anak selama enam bulan pertama masa kehidupannya lebih berfokus pada keterampilan motorik dan pemrosesan stimulus sensoris untuk meningkatkan kemampuan panca indera (mendengar, merasakan, melihat, mencium, dan meraba/sentuhan). Semua fungsi tersebut mempersiapkan otak untuk proses belajar yang lebih kompleks.

Perkembangan Susunan Otak Manusia

Mengapa penting untuk mengetahui bagaimana cara kerja otak anak Anda dan bagian otak mana yang berhubungan dengan proses belajar? Walaupun otak manusia terkesan rumit untuk dipelajari, tetapi semakin Anda memahami bagaimana fungsi otak pada anak, maka Anda akan dapat menentukan aktivitas atau latihan yang dapat meningkatkan perkembangan kemampuan belajar anak. Sebagai contoh, untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif pada anak, maka anak dapat melakukan front to back brain-building exercise, sebagai salah satu cara agar mereka dapat memerhatikan apa yang diajarkan oleh guru dan kemudian mengekspresikan apa yang telah mereka pelajari ketika mengerjakan ujian.

Otak tidak secara otomatis mengetahui bagaimana mengatakan kepada tubuh untuk duduk, mengambil buku, dan kemudian membaca. Proses tersebut dipelajari secara bertahap, satu demi satu, setiap hari melalui berbagai pengalaman sensoris, perencanaan motorik, dan perkembangan kognitif. Otak memiliki struktur yang sangat kompleks yang tersusun atas neuron, pembuluh darah, dan sinapsis yang terus bertumbuh, berkembang atau mati, dalam jalur sinaptik. Area yang bertanggung jawab untuk mengontrol detak jantung tidak sama dengan bagian yang berhubungan dengan kemampuan belajar aktif dan daya ingat. Otak memiliki struktur tersendiri, yang terdiri dari empat tingkatan yang bekerja sama untuk mengontrol kebutuhan dasar dalam hidup manusia.

4 Susunan Struktur Otak Manusia

Empat susunan utama dalam struktur otak manusia yang digunakan untuk proses belajar, integrasi sensoris, dan bertanggung jawab terhadap kondisi emosi pada anak terdiri dari:

Cerebral Cortex     

Cerebral Cortex disebut juga Cerebrum, merupakan bagian terbesar dalam struktur otak dan bertanggung jawab pada pembentukan kepribadian, kemampuan berpikir, keterampilan motorik, serta pengolahan input sensoris. Cerebrum dibagi menjadi empat lobus yang masing-masing berhubungan dengan tugas-tugas yang berbeda dalam proses belajar dan dibagi ke dalam higher dan lower functions.

Struktur yang Bekerja di Level Lebih Rendah

  • Occipital Lobe:Visual system, visual information, penglihatan (huruf, bentuk, ukuran, angka).
  • Temporal Lobe:Bicara, pemrosesan auditori, pendengaran, perilaku, emosi, ingatan jangka pendek dan jangka panjang (mengolah apa yang guru katakan, rasa takut, respon lawan atau lari, mengingat fakta dan detil).
  • Parietal Lobe:Indera, integrasi input indera, input indera (easa, suhu, aroma, sentuhan).

 

Struktur yang Bekerja di Level Lebih Tinggi

Frontal Lobe (korteks prefrontal): Tingkat tertinggi dalam proses belajar dan aktivitas yang digunakan untuk problem solving, fungsi eksekutif, penalaran (reasoning), keterampilan motorik, mengorganisir, cara berpikir abstrak, analisa, kemampuan berbahasa ekspresif (bercerita, menuliskan ide, memulai dan menyelesaikan tugas, mencari informasi, memilih antara benar dan salah, serta keterampilan sosial).

Cerebellum

Cerebellum merupakan salah satu bagian penting di otak yang membantu anak belajar dan berkembang. Informasi yang diterima oleh cerebellum dapat mempengaruhi tingkat atensi anak ketika belajar di dalam kelas, menyalin catatan dari papan tulis, duduk diam di dalam kelas dan bertanggung jawab terhadap sistem proprioceptive (gerakan, posisi tubuh dalam ruangan), keseimbangan, koordinasi, atensi, dan ritme gerak. Cerebellum merupakan bagian penting dalam mengatur gerakan anak dan membantu membangun sistem proses belajar di dalam otak.

Sistem Limbik

Sistem limbik meliputi beberapa bagian dalam struktur otak, seperti amygdala, hippocampus, thalamus, hypothalamus, basal ganglia, dan cingulate gyrus. Setiap struktur tersebut memegang peranan penting dalam mengelola emosi, bereaksi, dan membentuk memory pathways. Sistem limbik merupakan pusat pengaturan emosi dan terletak di dalam temporal lobe, sehingga sistem limbik juga turut berperan dalam mengontrol rasa takut atau respon respon lawan atau lari pada anak ketika menghadapi masalah. Secara khusus, amygdala mengatur emosi dasar yang dibutuhkan untuk bertahan hidup, seperti rasa takut. Selain memory pathways, hal lain yang juga dibentuk di sistem limbik adalah kemampuan untuk bonding dan regulasi perilaku agresif. Tugas basal ganglia adalah mengorganisasikan perilaku motorik (perencanaan gerakan) dan koordinasi perilaku sesuai dengan aturan.

Batang Otak (Brain stem)

Bagian otak ini berhubungan dengan tulang belakang dan bertugas menerima informasi dari tulang belakang. Batang otak mengontrol fungsi dasar untuk bertahan hidup, seperti detak jantung, bernafas, tidur, pencernaan makanan, dan mengelola kesadaran. Batang otak termasuk ke dalam bagian otak yang paling primitif atau tingkatan paling dasar dalam struktur otak.

Mengapa penting untuk mengembangkan struktur otak yang paling sederhana

Ketika bayi baru saja dilahirkan, bagian otak yang aktif adalah batang otak. Selama enam bulan berikutnya, struktur otak yang lebih kompleks termasuk cerebellum mulai berkembang untuk mengontrol gerakan dan meningkatkan keterampilan motorik (merangkak, berjalan, dan mengangkat kepala).

Salah satu tugas perkembangan pada masa kanak-kanak awal adalah membangun koneksi syaraf dalam otak yang penting dalam proses belajar. Sebagai contoh, jika anak melewatkan salah satu tahapan dasar dalam perkembangan (developmental milestones) atau mengalami keterlambatan perkembangan, maka anak mungkin dapat mengalami kesulitan dalam proses belajar. Koneksi antara bagian otak yang sederhana dan kompleks merupakan hal yang penting, tetapi kerja sama antara hemisfer otak kanan dan kiri (kreativitas dan kemampuan organisasi) juga turut memengaruhi perkembangan proses belajar. Oleh karena itu, crossing the midline exercises juga penting untuk dilakukan.

Perkembangan fungsi belajar yang lebih kompleks (penalaran, membaca, berbahasa, problem solving, dan berpikir kritis) dalam prefrontal cortex atau frontal lobe tidak akan bekerja dengan maksimal jika sistem otak yang lebih sederhana yang mengontrol gerakan otomatis, emosi, dan kemampuan bertahan hidup tidak bekerja dengan baik. Penggunaan yang konsisten pada sistem otak yang mengontrol stimulasi sensoris, keterampilan motorik, kemampuan visual, vestibular, dan propioception (keseimbangan dan gerak), serta pengalaman emosi yang positif berpengaruh langsung terhadap atensi, fokus, kegelisahan, perilaku, keterampilan sosial, dan kemampuan berpikir kritis di sekolah.

Semua proses perkembangan tersebut berlangsung sejak usia enam bulan hingga usia anak 3 tahun 6 bulan, yang disebut periode sensorimotor. Selama masa sensorimotor, cerebellum  yang mengatur seluruh gerakan, keseimbangan, dan kemampuan koordinasi anak. Pada awalnya, cerebellum akan membentuk muscle memory, yang terbentuk melalui gerakan motorik, seperti menendang bola, mengambil dan melempar benda, memainkan alat tertentu, dan menyusun balok menjadi bentuk tertentu. Selanjutnya, koneksi syaraf yang lebih kompleks akan terbentuk untuk mempersiapkan proses belajar, termasuk mengingat alfabet dan tabel perkalian.

Struktur Otak yang Lebih Rendah Penting untuk Proses Belajar yang Lebih Kompleks

Ketika kemampuan anak berkembang secara alamiah melalui stimulasi yang diperoleh dalam lingkungannya, lower centers pada otak akan mengembangkan keterampilan sensori motor dan keseimbangan sehingga gerakan fisik di kemudian hari akan bersifat otomatis, dan memungkinkan frontal lobe untuk mengembangkan fungsi belajar yang lebih tinggi. Sebagai contoh, ketika anak terlihat gelisah, tidak dapat duduk dengan tenang, dan perhatiannya mudah teralih oleh suara berisik atau anak lain dalam kelas karena anak tersebut memiliki kemampuan sensoris, keseimbangan, kemampuan visual, dan sistem propioceptive yang lemah, maka anak tidak dapat membaca, menulis, mengeja, mengingat informasi, atau menyelesaikan soal matematika. Oleh karena itu, hal yang penting untuk dilakukan adalah memperbaiki kemampuan struktur otak yang pada tingkat bawah terlebih dahulu dan membuatnya dapat bekerja secara otomatis sebelum fokus pada sruktur kemampuan otak yang lebih tinggi.

Setiap tahap perkembangan yang lebih kompleks membutuhkan kesiapan neurologis pada anak. Setiap anak yang mengalami kesulitan untuk melakukan self-regulate, berarti bahwa anak tersebut tidak dapat duduk dengan tenang, sulit untuk fokus dan memiliki keterampilan sosial yang terbatas, dapat mengalami kelelahan secara mental ketika mencoba untuk berkonsentrasi belajar serta mengolah informasi. Kesulitan dalam mengontrol keterampilan motorik, propioception, keseimbangan, dan sensory filtering merupakan gangguan yang berhubungan dengan struktur the lower centers of the brain. Perkembangan struktur otak yang sederhana, seperti cerebellum, memiliki peranan yang sama pentingnya terhadap perkembangan kecerdasan anak, seperti halnya perkembangan prefrontal cortex dan frontal lobe. Jika struktur otak yang sederhana (otak primitif) tidak berkembang dengan optimal, maka kemampuan berpikir kritis, kemampuan berbahasa, berbicara, dan kemampuan belajar yang lebih kompleks juga akan turut terhambat.       

 

Diterjemahkan dari : http://ilslearningcorner.com/2016-03-brain-hierarchy-when-your-childs-lower-brain-levels-are-weak-they-cant-learn/#HYMWI8cIZjUeJRS.01

Penerjemah: Naomi Kristiana, MPsi.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>