I HAVE A LOT OF FUN !!

“I have a lot of fun!!”
“But I got fun tonight !!”

Begitulah respons yang paling banyak dikemukakan oleh kontestan American Idol setelah mendapatkan kritik negatif dari juri. Mungkin bukan respons terbanyak di sepanjang penyelenggaraan American Idol, tetapi paling tidak di putaran musim ke-8 ini, kalimat semacam itulah yang paling sering terdengar.

Dalih bahwa bisa merasa senang saat bernyanyi, seakan-akan telah menghalalkan teknik bernyanyi yang fals, pilihan lagu yang buruk, gaya yang terlalu berlebihan, termasuk aransemen lagu buruk yang telah memporakporandakan salah satu lagu favorit saya – The Winner Takes it All.

Bisa jadi, dalih tersebut adalah cerminan sikap keras kepala, arogan atau usaha kompensasi harga diri yang terluka. Lucu, saat melihatnya di televisi. Namun akan sangat merugikan bila terjadi dalam kehidupan sehari-hari, apalagi bila terjadi di kehidupan pribadi kita.

Saat aspek FUN dijadikan pertimbangan memutuskan benar atau salah, maka yang bisa terjadi adalah:
Mempertahankan suatu terapi atau kursus karena alasan anaknya senang ke sana.
Sebaliknya menyetop karena anaknya tidak lagi mau datang.
Tidak mengikuti saran dokter, karena hatinya tidak sreg.
Memilih mengikuti semua keinginan anak, agar ia tidak menangis.
Tidak mau belajar bidang tertentu karena tidak senang dengan guru.
Membolos kerja atau sekolah karena sedang tidak in the mood.
Berselingkuh dengan alasan cinta.
Memilih jalan pintas hukum dengan alasan lebih mudah dan lebih menyenangkan.

Perasaan dijadikan yang lebih utama daripada logika. Terkadang supaya aman, maka dikemas dengan rasionalisasi. Dicarikan alasan-alasan agar masuk akal. Lantas yang berkembang adalah pembohongan pada diri sendiri.

Padahal FUN tidak selalu berpasangan dengan BENAR. Makan obat itu pahit, tidak enak, tapi bisa bikin sembuh. Belajar tidak Fun, paling tidak artinya adalah tidak lebih Fun daripada bermain. Berkomitmen juga tidak Fun, perlu pengorbanan.

Namun dari yang benar akan muncul sebuah hasil. Hasil yang benar. Hasil yang menguntungkan. Hasil yang mendatangkan rasa menyenangkan. Sesuatu yang menyenangkan belum tentu benar, sedangkan yang benar (pada akhirnya) selalu menyenangkan. Mari dengan bijaksana memilih yang benar.

Ike R. Sugianto, Psi

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>